Sulit memperkirakan dan mencari data kapan sebenarnya emas pertama
dikenal dan memiliki nilai, sebab menurut sejarah peradaban munusia maka
Emas sudah dikenal sejak manusia mulai berbudaya. Konon kabarnya emas
mulai dikenal sebagai suatu yang bernilai tinggi dimulai dari masa
kekuasaan kekaisaran di Eropa yang kemudian diikuti dengan pencarian
oleh sejumlah petualang dan penemu benua baru seperti Christopher
Columbus dan Vasco da Gama yang pada akhirnya memulai masa imperialisme.
Namun jauh sebelum adanya petualangan & masa tersebut, dibeberapa
sejarah menunjukkan bahwa sejumlah suku pedalaman sudah mengenal emas
dan dijadikan sebagai alat budaya khsusunya perlengkapan kegiatan
spiritual kuno, bahkan menurut sejarah Mesir kuno menunjukkan bangsa
Mesir sudah mengenal Emas sejak zaman sebelum masehi.Evolusi pemanfaatan
emas secara sederhana dapat diurutkan sebagai berikut Emas sebagai:
Perlengkap budaya religius, lambang kekuasan, komoditi pertambangan,
aset kekayaan, perhiasan, alat tukar, cadangan devisa dan industri
elektrionik. Oleh karena itu, Emas tidak hanya dikenal sebagai suatu
komoditi pertambangan tetapi juga sebagai suatu produk, alat moneter,
dan instrumen investasi.
Emas Sebagai Komoditi PertambanganSebagaimana umumnya barang logam
lainnya, maka Emas merupakan salah satu jenis logam yang dihasilkan
melalui kegiatan pertambangan. Sejarah pertambangan Emas sudah sangat
lama, bahkan ada penulis memperkirakan sudah sejak 2000-5000 tahun SM.
Begitu panjangnya usia kegiatan pertambangan emas tentunya juga banyak
mengalami perubahan metoda, dimulai dengan cara pertambangan tradisional
yaitu menggunakan gravitasi atau amalgamasi air raksa, kemudian motoda
Sianida, flotasi dan heap leaching.Pertambangan emas terbesar saat ini
adalah Afrika Selatan, kendati demikian tidak berarti Afrika Selatan
memilki cadangan emas terbesar. Sesuai sifatnya emas memang tidak habis
dikonsumsi, berbeda dengan komoditi lain yang habis dikonsumsi sehingga
memungkinkan negara lain yang tidak memilki tambang emas yang banyak
tetapi justru memilki cadangan emas yang besar, hal ini terakit dengan
fungsi emas sebagai cadangan devisa dan instrumen moneter serta
investasi.Pertambangan emas di Indoensia dimulai sejak adanya penjajahan
(imperialisme Eropa), kendati menurut sejarah sejumlah kerajaan
Nusantara di Indonesia sudah melakukan kegiatan penambangan emas seperti
yang dilakukan di Sumterea dan Kalimantan, bahkan ada kemungkinan sejak
zaman pra sejarah sebab beberapa barang peningggalan pra sejarah ada
yang terbuat dari emas. Tercatat tambang Emas tertua diantaranya
Alluvial di Kalimantan Barat pada abad ke-4 dan Lebong Tandai pada abad
ke-7. Setelah zaman kemerdekaan sejumlah usaha pertambanagn milik
penajajah Belanda di ambil alih oleh pemerintah Indonesia dengan
mendirikan perusahaan pertambangan diantaranya R.T. Braakensick, selain
itu juga dilakukan pertambangan dengan sistem kontrak karya dengan
sejumlah perusahaan asing serta pertambangan-pertambangan rakyat maupun
juga usaha pertambangan ilegal. Sebagai komoditi pertambagan, harga emas
juga mempengaruhi dan dipengaruhi harga komoditi-kmoditi pertambangan
lainnya selain faktor-faktor fundamental terkait supply & demand
maupun faktor lainnya non-fundamental. Kendati harga emas lebih dominan
menjadi acuan (leading) harga bagi komoditi pertambangan lainnya
terlebih lagi perak yang banyak dihasilkan sebagai sampingan dalam
pertambangan emas, harga emas juga terkadang mengikuti harga komoditi
pertambangan lainnya seperti harga minyak bumi (crude oil) dan Nikel.
Korelasi harga antar komoditi ini baik iu yang memang mempunyai hubungan
langsung (substitusi & komplementer) maupun tidak sama sekali
memunyai hubungan, dalam analisa harga biasa disebut sebagai sentimen
market.
Emas Sebagai Suatu Produk
Suatu hal yang perlu dimengerti dan sepertinya suatu yang sederhana
adalah perbedaan produk dan komoditi. Namun kita tidak akan membahas hal
tersebut lebih jauh lagi, sebab yang terpenting adalah kedua hal
tersebut menunjukkan adanya perbedaan harga emas sebagai suatu komoditi
dan emas sebagai suatu produk.Sebagai suatu produk, kita lebih mengenal
emas dalam bentuk perhiasan, kendati saat ini produk emas tidak hanya
sebagai perhiasan tetapi juga untuk peralatan elektronik. Diperkirakan
demand Emas untuk perhiasana dan Industri mencapai 80% dari total demand
emas secara global. Harga Emas terkait emas sebagai suatu produk
khsususnya perhiasan, dipengaruhi kondisi supply dan demand perhiasan.
Demand emas sebagai suatu produk perhiasan akan dipengaruhi kegaitan
seremonial pada perayaan-perayaan hari besar.Emas Sebagai Instrumen
MoneterEmas sebagai suatu instrumen moneter dan membuat harga emas
berkorelasi dengan pasar keuangan (fianncial market), dimulai dengan
digunakannya emas sebagai alat tukar (Uang), standard emas dan
digunakannya Emas sebagai cadangan devisa suatu negara. Selain adanya
faktor akan sifat harga emas yang tidak punya efek inflasi (Zero
inflation effect).Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Emas sebagai
alat tukar atau uang logam, kita perlu sekilas melihat sejarah ataupun
evolusi alat tukar yang melalui tahapan-tahapan berikut sesuai perubahan
zaman: Barter, uang barang atau uang komoditi, uang logam dan uang
kertas (Fiat Money).Sesuai dengan tahapan perkembangan alat tukar
diatas, maka Emas sebagai alat tukar dimulai pada masa alat tukar
terbuat dari logam. Emas sebagai alat tukar dibuat berbentuk koin, dalam
sejarah koin emas sudah dibuat sejak masa Raja Croesus dari Lydia
sekitar tahun 560 SM. Koin emas telah digunakan sebagai alat tukar
dimasa Kerajaan Romawi pada zaman pemerintahan Julius Caesar. Kemudian
pada masa berikutnya koin emas juga digunakan oleh bangsa arab yang
menggunakan dinar emas dan dirham perak yang sudah disyahkan mekanisme
dan sistem timbangan resmi oleh Nabi Muhammad saw. sebagai alat tukar
dengan dasar nilai instrinsik-nya. Aplikasi Nilai tukar dengan uang emas
yang menggunakan nilai instrinsik sebagaimana yang dilakukan Nabi
Muhammad saw inilah yang pada dewasa ini kembali menjadi pembicaraan
para ekonom untuk melihat dan mempertimbangkan lagi penggantian uang
kertas menjadi uang logam Emas. Kendati saat ini para ekonom mulai
kembali mempertimbangkan penggunaan uang logam Emas sebagai alat tukar
menggantikan uang kertas, namun kita perlu sekilas membahas sejarah
standar Emas dan uang kertas. Perkembangan pertukaran dan skala
perdagangan dan penggunaan alat tukar, menuntut adanya alat tukar yang
lebih fleksibel sehingga ringan dan mudah dibawa (portability) dan mudah
dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility); mendorong diciptakannya
uang kertas. Pada awalnya uang kertas yang dicetak harus disertai dengan
penjaminan, jaminan atas uang kertas yang ini berupa emas, inilah yang
kemudian dikenal dengan standar Emas. Momentum pelaksanaan standard emas
ini ditandai dengan perjanjian Bretton Woods tahun 1944, perjajian ini
didukung tidak kurang 44 Negara yang setujui mematok mata uang kertas
masing-masing negara terhadap USD Dolllar dengan jaminan Emas yaitu USD
35 dijamin dengan satu ounce Emas. Perjanjian atau standar Emas ini
berlangsung 27 tahun hingga tahun 19971, dimana pada tahun 1971
pemerintah Amerika Serikat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi
akibat perang vietnam tidak mampu lagi mempertahankan jaminan atas uang
kertas dengan cadangan emas yang dimilikinya akibat besarnya aliran
penukaran US Dollar dengan Emas, sehingga mendorong pemerintah AS
memutuskan tidak lagi menjamin US Dollar dengan Emas, sejak itu mata
uang kertas tidak lagi dijamin dengan Emas tetapi ditentukan oleh
kepercayaan yang didukung oleh ketersediaan cadangan devisa (Emas dan
valuta asing) yang dimiliki bank sentral masing-masing negara dan
supply-demand yang ditentukan kondisi fundamental ekonomi masing-masing
negara. Emas sangat sessuai menjadi salah satu cadangan devisa selain
valuta asing (valas), hal disebabkan harga cenderung terus meningkat dan
dapat diguakan sebagai alat pembayaran internasional yang dapat
diterima oleh semua negara selain juga harga emas mengacu pada harga
perdagangan internasional. Digunakannya Emas sebagai cadangan devisa
bank sentral tiap negara menjadikan Bank sentral sebagai salah satu
variabel demand pasar Emas global pada periode tersebut, namun kini
kondisi tersebut mulai berubah sebaliknya. Menyatuan mata uang kawasan
seperti Zona Euro, membuat bank sentral menjadi satu dan berarti
beberapa bank sentral negara-nagara yang tergabung tidak lagi memiliki
kepentingan menahan cadangan devisa beruapa Emas yang cukup besar dan
perlahan melepas cadangan Emas ke pasar. Hal tersebut menjadi Bank
sentral saat ini sebagai salah satu variabel supply di pasar Emas
global. Korelasi Emas dengan sektor meneter dan pasa keuangan (finansial
Market) juga didasari oleh sefat harga emas yang tidak punya efek
inflasi (Zero inflation effect), dimana bila terjadi kenaikkan harga
maka harga emas akan juga cenderung meningkat. Atas dasar hal tersebut,
maka pada saat kondisi ekonomi memburuk atau ketidak ada kepastian akan
prospek perekonomian maka semua pihak akan cenderung megagng emas
sebagai aset-nya dibanidngkan aset lainnya.Selain disisi diatas,
korelasi pasar keuangan khususnya mata uang dengan harga emas adalah
konversi harga. Kenadata Emas diperdagangan semua negara dengan mata
uang negaranya masing-masing, namun pelaku pasar tetap mengacu pada
harga emas internasional yang denomiasinya dalam US Dollar
per-troyounce. Apresiasi dan depresiasi mata uang negara yang
dipengaruhi kondisi & prospek fundamental ekonomi negara yang
bersangkutan akan mempengaruhi harga emas konversi ke dalam denominasi
harga emas lokal.Emas Sebagai Instrumen Lindung Nilai & Investasi
Emas sebagai suatu instrumen Lindung Nilai (Hedging) & Investasi
sulit dipisahkan, kebiasaan masyarakat menyimpan kekayaan dalam bentuk
emas dalam jangka panjang, dapat dinilai sebagai suatu langkah investasi
sebab harga Emas cenderung mengalami kenaikkan dan jarang sekali
mengalami penurunan sehingga ada keuntungan yang di dapat pemiliknya,
sekaligus pemilik Emas sudah melakukan langka lindung Nilai (hedging)
terhadap aset kekayaan terjadap penurunan nilai kekayaannya dari
pengaruh inflasi.Emas sebagai instrumen Investasi sangat sesuai
digunakan untuk tindakan diversifikasi baik untuk aset kekayaan maupun
suatu portofolio investasi. Terkait harga emas sebagai instrumen
investasi dan korelasinya dengan pasar keuangan dan moneter, maka harga
emas cenderung berfluktuasi dan semakin tinggi fluktuasinya seiring
dengan semakin tinggi pula harga emas dari waktu ke waktu.Selain memilki
berbgai keuunggulan sebagaiman diatas, investasi Emas memilki
kekurangan diantaranya: Kesulitan menyimpanannya, pasar yang kurang
transfaran, dan resiko keamanan.Produk Bursa Berjangka Dengan Underlying
Emas Emas sebagai suatu instrumen Investasi memiliki kelemahan
sebagaimana disebutkan diatas yaitu kesulitan menyimpannya, resiko
keamanan, fluktuasi harga yang tinggi dan pasar fisik emas yang belum
transfaran. Kendala dan kelemahan melakukan investasi Emas tersebut
dapat diatasi dengan beberap produk Bursa Berjangka dengan basis Emas,
meliputi:1. Kontrak Berjangk Emas 2. Kontrak Gulir Emas3. Kontrak
Forward Emas Negotiable 4. Pasar Fisik Emas tanpa warkat (paperless).
Pada transaksi Kontrak Berjangka Emas, investor mendapat kemudahan tidak
perlu tempat & biaya menyimpanan Emas, demikian juga resiko
fluktuasi harga yang tinggi dapat menjadi peluang mencari keuntungan
dalam waktu yang lebih singkat, begitu juga dengan harga akan lebih
transfaran sebab dilaksanakan secara Multilateral (banyak pihak) dan
dalam pasar yang organisir oleh suatu bursa. Investor juga tidak
memerlukan dana tunai 100% sesuai nilai transaksi, tetapi cukup dengan
menyediakan dana untuk Intial Margin (sekitar 5% Nilai transaksi) dan
variasi margin. Kontrak Berjangka Emas juga dapat digunakan sebagai
sarana lindung nilai (hedging) oleh pelaku pasar fisik Emas baik bagi
konsumen (industri) maupun juga bagi produsen (pertambangan dan
pengolahan Emas). Berbeda dengan kontrak berjangka Emas, maka kontrak
Gulir Emas tidak ada batas waktu jatuh tempo dan penyerahan fisik
sehinggga lebih memudahkan lagi bagi investor dan dapat digunakan untuk
kebutuhan investasi dan lindung nilai jangka pendek maupun jangka
panjang, namun demikian pada kontrak gulir Emas ada perhitungan bunga
(penerimaan bunga bagi yang punya posisi beli dan pembebanan bunga pada
yang memilki posisi jaul). Kesulitan dan kekurangan investasi Emas
sebagaimana diatas, juga dapat diatasi dengan Pasar Emas tanpa warkat
(paperless), dimana investor tidakperlu repot melakukan penyimpanan
sebab Bursa dan Lembaga Kliring sudah menyediakan tempat penyimpanan
secara gratis dan aman serta dapat diambil sewaktu-waktu, investor
pemilik Emas dapat langsung melakukan transaksi penjualan terhadap Emas
yang disimpannya secara transfaran melalui penawaran jual pada system
perdagangan yang disediakan bursa.